Kompor Listrik dan LPG, Mana Lebih Hemat Digunakan? Ini Faktanya

  • 15 Mar 2026 12:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan transisi penggunaan energi rumah tangga dari LPG ke kompor listrik. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus meningkatkan efisiensi konsumsi energi nasional.

Di tengah wacana tersebut, masyarakat mulai membandingkan penggunaan kompor LPG dengan kompor listrik di dapur rumah tangga. Perbandingan ini mencakup aspek efisiensi energi, biaya operasional, hingga kepraktisan penggunaan.

LPG atau liquefied petroleum gas selama ini menjadi bahan bakar utama memasak di sebagian besar rumah tangga Indonesia. Namun dalam beberapa kondisi, pasokan LPG dapat dipengaruhi oleh dinamika pasar energi global dan kebijakan distribusi.

Karena itu, pemerintah mulai mendorong penggunaan kompor listrik sebagai alternatif memasak yang lebih efisien. Selain mengurangi ketergantungan impor LPG, penggunaan kompor listrik juga dinilai lebih ramah energi dalam jangka panjang.

Dikutip dari laman transisienergi.id, berikut perbandingan antara kompor LPG dan kompor listrik:

Efisiensi penggunaan energi

Kompor listrik, terutama jenis induksi, memiliki tingkat efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan kompor LPG. Efisiensi panas kompor induksi dapat mencapai sekitar 85 hingga 90 persen.

Sementara itu, kompor gas umumnya memiliki efisiensi sekitar 40 hingga 50 persen. Artinya, sebagian energi dari gas terbuang ke udara dan tidak sepenuhnya digunakan untuk memasak.

Kecepatan memasak

Kompor listrik induksi dapat memanaskan peralatan masak lebih cepat karena panas langsung dihasilkan pada dasar panci. Teknologi ini menggunakan medan elektromagnetik untuk memanaskan logam secara langsung.

Sebaliknya, kompor LPG menghasilkan api terbuka yang memanaskan panci secara tidak langsung. Proses ini membuat sebagian panas terlepas ke udara di sekitar kompor.

Biaya operasional

Dalam beberapa perhitungan, kompor listrik induksi dapat lebih hemat biaya operasional dibandingkan LPG. Efisiensi energi yang tinggi membuat konsumsi energi menjadi lebih rendah.

Namun biaya yang dikeluarkan tetap bergantung pada tarif listrik serta frekuensi memasak di rumah tangga. Perbandingan ini juga bisa berbeda di setiap daerah.

Kemudahan dan keamanan penggunaan

Kompor listrik umumnya memiliki desain lebih modern dan mudah dioperasikan. Selain itu, tidak ada api terbuka sehingga risiko kebakaran relatif lebih kecil.

Di sisi lain, kompor LPG masih menjadi pilihan banyak rumah tangga karena praktis digunakan tanpa bergantung pada pasokan listrik. Peralatan memasak untuk kompor gas juga lebih fleksibel digunakan.

Jenis peralatan masak

Penggunaan kompor listrik induksi membutuhkan peralatan masak tertentu yang dapat menghantarkan medan magnet. Biasanya panci atau wajan harus berbahan besi atau stainless steel yang bersifat magnetik.

Sementara kompor LPG dapat digunakan dengan hampir semua jenis peralatan masak. Hal ini membuat kompor gas masih menjadi pilihan praktis bagi banyak keluarga.

Pemilihan kompor pada akhirnya bergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing rumah tangga. Beberapa keluarga mungkin lebih memilih LPG karena sudah terbiasa dan mudah digunakan.

Namun bagi sebagian masyarakat, kompor listrik dapat menjadi alternatif menarik karena lebih efisien dan modern. Terlebih dengan adanya dorongan pemerintah untuk mempercepat transisi energi di sektor rumah tangga.

Dengan memahami perbandingan keduanya, masyarakat dapat memilih jenis kompor yang paling sesuai. Hal terpenting adalah penggunaan energi yang tetap efisien, aman, dan mendukung ketahanan energi nasional.

Rekomendasi Berita