Rekam Skena Buka Layar Jogja

  • 01 Mar 2026 07:59 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Menyambut rangkaian menuju Cherrypop Festival 2026, akun resmi Cherrypop Festival mengumumkan program khusus bertajuk Rekam Skena. Program ini menjadi ruang bagi film dokumenter musik untuk tayang dalam format Road to.

Ajakan ini terbuka untuk dokumenter panjang atau pendek, potret komunitas, arsip tur, hingga karya eksperimental yang merekam denyut ekosistem musik. Dalam konteks Jogja yang dikenal sebagai kota dengan kepadatan komunitas seni tinggi, langkah ini terasa strategis. Festival tidak hanya menjadi panggung konser, tetapi juga ruang baca terhadap sejarah dan dinamika skena.

Jika menilik pelaksanaan tahun sebelumnya, Rekam Skena menghadirkan screening dan diskusi lintas disiplin di beberapa titik kota. Nama seperti Wok The Rock, Rain Rosidi, hingga Arief Akhmad Yani dari JAFF terlibat dalam percakapan. Format ini menunjukkan pendekatan kuratorial yang tidak semata memutar film, tetapi membangun dialog antar pelaku. Dalam studi UNESCO tentang peran arsip audiovisual dalam pelestarian budaya, disebutkan bahwa dokumentasi komunitas berfungsi menjaga memori kolektif yang sering terpinggirkan arus utama. Rekam Skena bergerak di jalur itu. Ia memosisikan dokumenter musik sebagai arsip hidup, bukan sekadar tontonan.

Program ini dikelola oleh Kiki Retake yang juga mendirikan Pehagengsi. Dalam pernyataannya di media sosial pribadi, ia menekankan target mendekatkan arsip aktivasi ekosistem musik yang jarang terlihat. Pendekatan ini penting diuji. Banyak dokumenter musik berhenti pada glorifikasi musisi, bukan membaca relasi ruang, komunitas, dan kerja kolektif di baliknya. Melalui kolaborasi dengan Pehagengsi, Rekam Skena ingin merayakan relasi musik dan sekitarnya, film tentang musisi, komunitas, dan ruang yang mereka hidupi. Artinya, fokus tidak hanya pada panggung, tetapi juga pada proses dan infrastruktur sosialnya.

Target utama saat ini adalah Road to Cherrypop 2026, namun peluang pemutaran di festival utamanya tetap terbuka jika sesuai kuratorial. Strategi ini memberi insentif bagi pembuat film untuk menjaga kualitas dan relevansi tema. Pertanyaannya sekarang, apakah kamu hanya mendokumentasikan konser, atau benar benar membaca konteks sosial di baliknya. Rekam Skena memberi ruang, tetapi standar tetap ada. Di kota seperti Jogja yang ekosistem musiknya dinamis, arsip visual bukan pelengkap. Ia menjadi alat refleksi agar skena tidak kehilangan jejaknya sendiri.

Rekomendasi Berita