BNN: Vape Jadi Pintu Masuk Narkoba Cair ke Remaja

  • 18 Feb 2026 22:27 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut rokok elektrik telah menjadi pintu masuk baru narkoba cair ke kalangan remaja. Data survei Global Adult Tobacco Survey menunjukkan prevalensi pengguna vape di Indonesia melonjak sepuluh kali lipat dalam satu dekade. Pada 2011 angkanya hanya 0,3 persen, namun meningkat menjadi sekitar 3 persen pada 2021, setara jutaan pengguna usia 15 tahun ke atas.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto dalam dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait tren penyalahgunaan zat adiktif baru di Indonesia di Jakarta pada Rabu, 18 Februari 2026. (Foto: BNN RI).

Suyudi menegaskan klaim vape sebagai alat bantu berhenti merokok belum memiliki bukti ilmiah yang kuat. “Narasi itu ilusi, justru membuka ketergantungan baru terhadap zat adiktif lain yang lebih berbahaya,” katanya dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait tren penyalahgunaan zat adiktif baru di Indonesia di Jakarta pada Rabu, 18 Februari 2026.

BNN menemukan cairan vape telah disusupi narkotika golongan I dan II, termasuk metamfetamin dan etomidate. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana industri zat adiktif beradaptasi dengan teknologi konsumsi baru.

Selain itu, BNN mencatat pertumbuhan zat psikoaktif baru secara global yang kini mencapai ribuan jenis, dengan ratusan telah teridentifikasi di Indonesia. “Vape menjadi medium yang sangat rawan untuk distribusi NPS karena mudah dicampur dalam liquid,” ujar Suyudi.

BNN juga mengungkap maraknya penyalahgunaan gas nitrous oxide atau whipping yang dijual bebas tanpa pembatasan. Zat tersebut digunakan untuk efek euforia di tempat hiburan, tetapi berpotensi menimbulkan kerusakan saraf serius.

Suyudi mendorong pemerintah mengambil langkah tegas dengan regulasi restriktif, seperti pelarangan impor, produksi, dan penjualan vape. “Keberanian politik dan regulasi kuat adalah kunci melindungi kesehatan publik dan generasi masa depan,” katanya.

Rekomendasi Berita