Caroline Polachek di McQueen SS26
- 01 Mar 2026 08:50 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Caroline Polachek tampil mencolok dalam video kampanye Spring Summer 2026 dari Alexander McQueen. Di bawah arahan direktur kreatif Sean McGirr, rumah mode ini memperbarui koleksinya dengan pendekatan visual yang lebih gelap dan teatrikal.
Kampanye yang pertama kali diperkenalkan pada Oktober lalu itu langsung memicu percakapan di media sosial brand dan komunitas mode internasional. Polachek berdiri sebagai figur sentral, dengan tatapan intens dan gestur tubuh yang membangun suasana ritualistik. Pilihan ini terasa relevan, mengingat citra artistiknya yang selama ini identik dengan eksperimental pop dan estetika avant garde.
Tema folk horror menjadi fondasi visualnya. Referensi utamanya mengarah pada film klasik The Wicker Man karya Robin Hardy yang rilis pada 1973. Film tersebut dikenal lewat atmosfer pagan, lanskap alam liar, dan ketegangan psikologis yang sunyi. Dikutip dari arsip British Film Institute, The Wicker Man sering disebut sebagai salah satu tonggak folk horror Inggris karena menggabungkan musik, ritual, dan konflik modernitas. Nuansa itu terasa kuat dalam kampanye ini. Set dirancang oleh Shona Heath yang menurut data nominasi resmi Academy Awards masuk dalam kategori Best Production Design tahun 2024. Hasilnya adalah lanskap yang terasa sakral sekaligus mengancam.
Atmosfer makin padat dengan musik dari AG Cook. Ia menghadirkan dentuman bass berat dan teriakan primal yang membentuk ketegangan audio. Pendekatan ini konsisten dengan rekam jejaknya sebagai produser yang mendorong batas pop elektronik, termasuk lewat PC Music yang ia dirikan. Polachek tidak sendirian. Musisi Amy Taylor dan Celeste ikut bergabung. Model dan internet personality seperti Alex Consani dan Sarah Choi juga tampil. Kombinasi ini memperlihatkan strategi casting yang menyatukan kredibilitas musik alternatif dan kultur digital.
Dari sisi busana, koleksi ini menampilkan neck corsets, drummer jacket, warna merah darah, dan motif alam yang kuat. Siluetnya tegas, dengan detail yang mengingatkan pada arsip McQueen era awal 2000 an. Rumah mode ini juga menghadirkan reinterpretasi tas archival De Manta dengan tambahan detail lace menyerupai korset. Dikutip dari pernyataan resmi brand dalam presentasi koleksi, pendekatan ini bertujuan mengeksplorasi tubuh sebagai lanskap. Pertanyaannya, setelah Polachek, siapa figur berikutnya yang mampu membawa narasi sekuat ini. McQueen tampak tidak hanya mencari wajah, tetapi karakter yang sanggup menghidupkan dunia yang mereka bangun.