Penyebab Bisul dan Cara Mencegahnya sejak Dini
- 11 Mar 2026 18:48 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado- Bisul merupakan infeksi pada kulit yang biasanya muncul sebagai benjolan merah, terasa nyeri, dan berisi nanah. Sebagaimana dikutip dari laman www.alodokter.com Dalam dunia medis, bisul dikenal sebagai furunkel, yaitu infeksi pada folikel rambut atau kelenjar minyak yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh seperti leher, ketiak, paha, bokong, hingga wajah. Meskipun terlihat sederhana, bisul bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik.
Dilansir dari laman www.healthline.com Salah satu penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini sebenarnya bisa hidup di kulit manusia tanpa menimbulkan masalah. Namun ketika bakteri masuk ke dalam kulit melalui luka kecil, goresan, atau pori-pori yang tersumbat, maka infeksi dapat terjadi dan menimbulkan peradangan yang akhirnya berkembang menjadi bisul.
Kebersihan kulit yang kurang terjaga juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko munculnya bisul. Kulit yang sering berkeringat, jarang dibersihkan, atau sering terkena kotoran dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Selain itu, penggunaan pakaian yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat juga dapat menyebabkan iritasi kulit yang memicu munculnya infeksi.
Faktor kesehatan tubuh juga berperan penting dalam munculnya bisul. Orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, penderita diabetes, atau mereka yang mengalami gangguan kulit seperti jerawat dan dermatitis lebih mudah terkena bisul. Hal ini terjadi karena sistem imun yang lemah membuat tubuh lebih sulit melawan bakteri penyebab infeksi.
Selain itu, kebiasaan berbagi barang pribadi seperti handuk, pakaian, atau alat cukur juga dapat menjadi media penularan bakteri penyebab bisul. Jika salah satu orang memiliki infeksi kulit, bakteri dapat berpindah melalui benda yang digunakan bersama. Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dan tidak berbagi barang pribadi sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi.
Kesimpulannya, bisul umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit yang dipicu oleh beberapa faktor seperti kebersihan yang kurang, luka pada kulit, daya tahan tubuh yang lemah, serta kebiasaan berbagi barang pribadi. Dengan menjaga kebersihan tubuh, memperkuat sistem imun, dan merawat luka dengan baik, risiko munculnya bisul dapat diminimalkan. Jika bisul semakin besar, sangat nyeri, atau disertai demam, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.