Potensi Diri Penentu Tepat Memilih Jurusan Pendidikan

  • 21 Feb 2026 12:04 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Kesalahan memilih jurusan pendidikan masih kerap dialami remaja dan mahasiswa. Hal ini menjadi topik utama dalam program dialog Ruang Obrolan Pro 2 (Ronda) pada Kamis, 12 Februari 2026 di RRI Pro 2 Pontianak yang mengangkat tema Potensi Diri sebagai Kompas Memilih Jurusan.

Psikolog sekaligus perwakilan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Barat, Muhammad Ridwan, S.Psi., MM. yang akrab disapa Bang Iwan ini menjelaskan, bahwa salah jurusan umumnya terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap potensi diri sejak remaja.

“Setiap individu sebenarnya sudah dibekali potensi sejak lahir. Masalahnya, banyak remaja memilih jurusan karena ikut-ikutan idola atau tekanan lingkungan, bukan karena bakatnya,” ujarnya.

Menurut Iwan, masa remaja merupakan fase krisis identitas yang wajar, ditandai perubahan fisik, emosional, dan psikologis. Jika tidak dibimbing dengan tepat, kondisi ini dapat memengaruhi keputusan akademik.

“Remaja sering mencari validasi sosial. Ketika potensi tidak diarahkan, mereka mudah mengambil pilihan yang keliru dan berujung stres,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesalahan memilih jurusan juga dipicu oleh minimnya ruang penyaluran minat dan bakat. Padahal, potensi yang ditekan justru dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.

“Potensi itu seperti energi. Kalau tidak disalurkan, bisa meledak menjadi masalah psikologis. Maka perlu tes minat bakat dan pendampingan sejak dini,” kata Iwan.

Melalui siaran ini, PKBI Kalimantan Barat menegaskan komitmennya mendampingi remaja agar mampu mengenali diri, memahami perubahan psikologis, serta berani mengambil keputusan pendidikan secara sadar dan bertanggung jawab.

“Saya harap ini mampu membuka wawasan generasi muda bahwa memilih jurusan bukan sekadar mengikuti tren, melainkan proses mengenal diri demi masa depan yang lebih sehat dan terarah,” Pungkasnya, mengakhiri.

Baca juga: https://gayahidup.rri.co.id/pontianak/budaya/2200734/duta-bahasa-kalbar-bahasa-gaul-boleh-asal-tak-amburadul⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Rekomendasi Berita